KH. Sa’dullah Syarofi Ungkap 3 Resep Mencetak Anak Bernasib Cemerlang di YPI NUHATI Bersholawat

Sedati, 19 Juni 2026 – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti kegiatan YPI NUHATI Bersholawat dalam rangka Haflah Akhir Sanah 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda Sedati. Mengusung tema “Tumbuh dengan Adab, Bersinar dengan Prestasi”, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh civitas Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda Sedati, wali murid, serta masyarakat sekitar yang turut memadati lokasi acara.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan istighotsah, shalat Isya berjamaah, pembacaan sholawat Nabi oleh Tim Banjari Riyadush Sholihin, penyampaian siswa berprestasi, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, pengajian umum, pembacaan sholawat Nabi, dan ditutup dengan doa bersama.

Acara semakin semarak dengan kehadiran Firman Achsani, munsyid dari grup Al Banjari, yang memimpin lantunan sholawat bersama para jamaah. Ribuan hadirin tampak larut dalam suasana cinta Rasulullah SAW yang begitu kompak dan penuh semangat.

Foto: Para hadirin mengikuti sholawat dengan penuh semangat dan kekompakan

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda Sedati, H. Arif, menyampaikan bahwa rangkaian Haflah Akhir Sanah tahun ini dilaksanakan selama tiga hari sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan pendidikan yang telah dilalui para peserta didik.

Beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut serta kepada seluruh hadirin yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti acara hingga selesai.

“Kami berharap melalui kegiatan sholawat malam ini, seluruh hadirin mendapatkan syafaat dari Baginda Rasulullah SAW serta dapat mengamalkan tausiyah yang akan disampaikan oleh KH. Sa’dullah Syarofi,” tutur beliau.

Foto: Ust. Firman Achsani dengan semangatnya memimpin dan menggerakan jama'ah YPI NUHATI Bersholawat

Pada sesi pengajian umum, KH. Sa’dullah Syarofi dari Mojokerto menyampaikan tausiyah yang sarat makna mengenai resep membentuk generasi yang memiliki nasib cemerlang di masa depan.

Beliau menjelaskan bahwa salah satu kunci kesuksesan adalah ثبات العلم بالمذاكرة (tsabātul ‘ilmi bil mudzākarah), yaitu menjaga dan menguatkan ilmu melalui etos belajar yang baik. Menurut beliau, kebiasaan belajar yang konsisten merupakan fondasi penting yang selama ini terus ditanamkan oleh para guru di lingkungan madrasah.

Resep berikutnya adalah وبركته بالحكمة (wa barakatuhu bil khidmah), yaitu keberkahan yang diperoleh melalui khidmah atau kesediaan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Beliau menekankan pentingnya membangun mental berguna, kepekaan sosial, serta attitude yang baik sejak dini.

“Anak-anak yang terbiasa berkhidmah, baik di sekolah maupun di rumah, akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki nilai guna tinggi di tengah masyarakat. Keberkahan itu adalah ziyadatul khair, added value yang membuat seseorang memiliki nilai lebih di mata lingkungan sekitarnya,” jelas beliau.

Beliau mencontohkan bahwa seseorang yang secara kemampuan dinilai biasa saja dapat memiliki nilai yang jauh lebih besar di mata masyarakat karena keberkahan yang lahir dari sikap khidmah dan kemanfaatannya bagi sesama.

Foto: KH. Sa'dullah Syarofi memberikan Tausiyah kepada jama'ah YPI NUHATI Bersholawat

Kepada para calon wisudawan, KH. Sa’dullah Syarofi berpesan agar senantiasa menjaga kepekaan, adab, dan mental untuk menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat. Sementara kepada para orang tua, beliau mengingatkan pentingnya melanjutkan pembinaan karakter dan attitude di lingkungan rumah, sehingga pendidikan yang diperoleh anak di sekolah dapat terus terjaga dan berkembang.

Beliau juga menyampaikan resep ketiga, yaitu ونفعه برضا الشيخ (wa naf’uhu biridhasy syaikh), bahwa kemanfaatan ilmu akan diperoleh melalui ridha para guru. Menurut beliau, ridha guru dapat diibaratkan sebagai rekomendasi dan validasi yang membuka berbagai pintu kemudahan, relasi, dan kebermanfaatan bagi masa depan seorang anak.

“Ketika seorang anak mendapatkan ridha dari guru-gurunya, maka terbuka banyak jalan kemudahan dan kemanfaatan. Sebaliknya, ketika ridha itu hilang, maka banyak pintu manfaat yang ikut tertutup,” ungkap beliau di hadapan para jamaah.

Melalui kegiatan YPI NUHATI Bersholawat dan Haflah Akhir Sanah 2026 ini, Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda Sedati berharap dapat terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga tumbuh dengan adab yang mulia, memiliki semangat belajar, jiwa pengabdian, serta senantiasa menjaga ridha guru dan orang tua sebagai bekal meraih masa depan yang gemilang.

Foto: Pemberian penghargaan kepada para murid MA Nurul Huda Sedati yang berprestasi pada proses pembelajaran mereka