MA Nurul Huda Sedati Perkuat Kompetensi Bahasa Asing melalui Kolaborasi Strategis dengan UINSA

(Jumat, 17 April 2026) Madrasah Aliyah Nurul Huda Sedati Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusan, khususnya dalam penguasaan bahasa asing. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan tes eksternal bilingual Bahasa Inggris dan Bahasa Arab yang dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026, dengan melibatkan sekitar 150 siswa dari jenjang MI hingga MA.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama resmi melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara YPI Nurul Huda dengan UIN Sunan Ampel Surabaya yang telah ditandatangani pada 9 Februari 2026. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan sistem evaluasi bahasa yang lebih objektif, terstandar, dan relevan dengan kebutuhan global. Kepala MA Nurul Huda, Nurul Badi’ah, M.Pd., bersama Kepala MI Nurul Huda, Achmad Zubaidi, S.Pd., M.Pd.I, menyampaikan bahwa penilaian ini difokuskan pada empat keterampilan utama, yaitu listening, reading, writing, dan speaking. Untuk aspek speaking, pengujian dilakukan melalui wawancara langsung antara siswa dan tim dosen, sehingga kemampuan komunikasi dapat dinilai secara lebih mendalam.

Tim penguji berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UINSA yang terdiri dari para akademisi berpengalaman, di antaranya Prof. Dr. Muflihah, S.Ag., M.A., Dr. Ainun Syarifah, M.Pd.I, Rakhmawati, M.Pd, serta Fahmy Imaniar, M.Pd. Keterlibatan langsung para dosen ini memastikan kualitas soal dan proses penilaian sesuai dengan standar nasional. Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UINSA, Prof. Dr. Muflihah, S.Ag., M.A., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Ia menyampaikan bahwa seluruh proses, mulai dari penyusunan kisi-kisi hingga pelaksanaan tes, telah dirancang secara sistematis dan berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah, pelaksanaan tes berjalan dengan baik. Soal yang diujikan telah mencakup empat keterampilan berbahasa. Harapannya, hasil ini dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kemampuan mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi peserta, salah satu siswi kelas XII IPA 2, Vika, mengungkapkan bahwa tingkat kesulitan soal cukup tinggi dan menuntut kemampuan analisis yang lebih mendalam. “Mungkin menurut saya agak sulit, tapi saya usahakan untuk bisa. Soalnya lebih menuntut jawaban berdasarkan pemikiran kita sendiri,” ujarnya. Ia bahkan memperkirakan tingkat kesulitan soal mencapai sekitar 70 persen.

Koordinator Multilingual MA Nurul Huda Sedati turut menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menjadi program tahunan yang dilaksanakan secara konsisten setiap akhir tahun ajaran, khususnya bagi siswa kelas XII sebagai tolok ukur kemampuan bahasa Inggris dan Arab. Ke depan, MA Nurul Huda berencana mengembangkan kerja sama ini dengan menghadirkan tes berstandar internasional seperti TOEFL dan TOAFL. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing siswa dalam menghadapi tantangan global, baik dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Tidak hanya berfokus pada kelas akhir, program penguatan bahasa asing juga akan mulai diterapkan pada siswa kelas X dan XI melalui pelaksanaan tes bilingual yang bekerja sama dengan pihak UIN Sunan Ampel Surabaya. Dengan demikian, pembinaan kemampuan bahasa dapat dilakukan secara berkelanjutan sejak dini.

Melalui sinergi ini, YPI Nurul Huda optimis dapat mencetak generasi yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di era global dengan bekal kompetensi bahasa asing yang kuat.