Sinergi Murid, Guru dan Orang Tua: Mengetuk Pintu Langit, Sukseskan UAMNU 2026!
Rabu, 4 Februari 2026
oleh: Mohammad Fadllu Maulana, S.Ag. (Tim Humas MA Nurul Huda Sedati)
MA Nurul Huda Sedati menggelar kegiatan istighotsah bersama sebagai ikhtiar spiritual dalam rangka mengetuk pintu langit demi kesuksesan dan keberhasilan peserta didik kelas XII dalam menghadapi UAMNU Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 murid kelas XII dan dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan salat hajat, pembacaan Surah Yasin, Asmaul Husna, istighotsah, munajat, serta doa bersama. Seluruh rangkaian ibadah diikuti secara tertib dan khusyuk oleh para murid bersama orang tua masing-masing.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara madrasah dan wali murid dalam mendukung perjuangan akademik dan spiritual peserta didik. Kehadiran orang tua diharapkan dapat memperkuat doa dan motivasi bagi para murid agar lebih siap, baik secara lahir maupun batin, dalam menghadapi ujian akhir.
Dalam sambutannya, Kepala MA Nurul Huda Sedati menyampaikan harapan besar seluruh bapak dan ibu guru agar para murid kelas XII dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya ke perguruan tinggi negeri. Beliau menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari semua pihak demi masa depan peserta didik.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah juga berpesan kepada para wali murid agar senantiasa mengawal dan mendampingi putra-putrinya dalam menentukan pilihan perguruan tinggi. Kerja sama yang erat antara madrasah dan orang tua diharapkan mampu menghantarkan murid menuju kesuksesan yang diiringi dengan keberkahan.
Sangat benar adanya, bahwa dalam proses keberhasilan seorang pencari ilmu dibutuhkan akan sinergitas 3 pihak. Yaitu murid, guru dan orang tua. Hal ini juga disampaikan oleh Asy-Syaikh Az-Zarnuji dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim:
يحتاج فى التعلم والتفقه إلى جد ثلاثة: المتعلم، والأستاذ، والأب، إن كان فى الأحياء
“Dalam mencapai kesuksesan mempelajari ilmu itu diperlukan kesungguhan tiga pihak. Yaitu guru, pelajar dan wali murid jika masih ada.
Kesungguhan murid dalam belajar dan menuntut ilmu. Kesungguhan guru dalam mengajar, mendidik dan memberikan tauladan. Kesungguhan orang tua dalam mengasuh, menafkahi, mendo’akan serta tauladan yang baik bagi sang buah hati.
